Senin, 24 Maret 2014

#TeoriAkuntansi

Pekan lalu, saya dapat tugas dari sang dosen yang maha killer,, tapi killernya lebih menuju ke hal yang positif kok,, para anak didik beliau menjadi semangat belajar dengan mata kuliah yang membosankan ini.
Ternyata mata kuliah "TEORI AKUNTANSI" bukanlah sekadar teori yang dipenuhi dengan pembahaan yang membosankan dengan gaya literatur tinggi yang mengandung penuh pertanyaan di kepala teman-teman..
akan tetapi, banyak hal yang belum kita ketahui dari cangkupan kecil maupun cangkupan global. seperti halnya bagaimana kita mengukur dan menginformasikan suatu laporan keuangan setelah adanya make a decision..


Pendekatan Pengukuran Kebermanfaatan
Dalam Pengambilan Keputusan

By : Tanzila A. Rahmah
S.1115.158
Pendahuluan
Definisi pendekatan pengukuran
Perspektif pengukuran (measurement perspective) terhadap pelaporan keuangan adalah suatu pendekatan yang menuntut akuntan untuk melaksanakan tanggungjawab memasukkan nilaiwajar terhadap laporan keuangan pokok, dengan reliabilitas yang masih rasional, yang berartimeningkatnya tanggungjawab akuntan untuk membantu investor dalam memprediksi kinerjamasa depan perusahaan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan relevansi laporan keuangan, tetapi jangan meninggalkan reliabilitasnya dalam rangka membantu investor mengambil keputusan. Measurement perspective dapat meningkatkan earnings quality dengan semakin relevannya informasi akuntansi. Apabila informasi akuntansi semakin relevan, maka reaksi investor terhadap informasi tersebut akan semakin besar. Namun demikian, measurement perspective juga dibatasi oleh reliabilitas. Metode fair value yang dapat dimasukkan dalam laporan keuangan pokok adalah metode yang tidak mengakibatkan menurunnya reliabilitas laporan keuangan tersebut. Measurement perspective berusaha untuk meningkatkan relevansi informasi akuntansi. Akuntan mengambil tanggung jawab untuk membantu investor dengan cara menggunakan pengukuran fair value terhadap laporan keuangan pokok. Akan tetapi, sesuai dengan SFAC 2 menyatakan bahwa ada dua kualitas informasi pokok, yaitu relevansi dan reliabilitas, yang harus dijaga keseimbangannya. Apabila hanya memperhatikan relevansi, maka reliabilitas akan berkurang dan menyebabkan laporan keuangan tidak bisa diaudit. Akuntan publik yang merupakan ujung tombak profesi akuntansi tidak lagi bisa berjalan karena laporan keuangan tidak bisa diaudit.
Karena itu, batasan measurement atau pengukuran perspective adalah berusaha untuk menggunakan pengukuran yang berorientasi pada fair value terhadap laporan keuangan pokok asalkan, kualitas reliabilitas laporan keuangan pokok tersebut tidak berkurang.

A.   Pendekatan Kegunaan/Manfaat Keputusan
Permasalahan yang timbul berkenaan dengan konsep akuntansi yang berdasarkan biayahistoris adalah bahwa konsep ini tidak relevan dengan penilaian akuntansi dengan harga pasaratau pendekatan nilai sekarang terhadap harga wajar. Untuk memaksimalkan laporan keuangan yang berdasarkan biaya historis terdapat suatu konsep yang disebut konsep pendekatan manfaat.
Teori pendekatan manfaat dalam keputusan ini akan memberikan pandangan bahwa jika kita tidak bisa membuat laporan keuangan yang sempurna secara teoritis, setidaknya kita dapat
membuat laporan keuangan berdasarkan biaya historis menjadi lebih bermanfaat dari segala aspek ataupun secara komperehensif.

B.   Teori Keputusan Single Person
Teori ini berguna bagi seseorang yang harus membuat keputusan dibawah kondisi yang tidak pasti/uncertain dengan menyeleksi seperangkat alternatif yang ada. Teori keputusan adalah relevan dalam akuntansi karena laporan keuangan memberikan tambahan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.

1.        Aplikasi Teori Keputusan_Contoh Keputusan Dalam Investasi
Seorang investor akan selalu dihadapkan terhadap pilhan penginvestasian dananya ke dalam perusahaan juga pilihan dalam bentuk investasi yang dipilih. Investor yang menyadari bahwa jika memilih investasi dalam bentuk saham akan menemui resiko, yaitu tingkat pengembaliansaham yang tidak diketahui karena pengembalian saham ini tergantung dari kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Jumlah yang diterima dari keputusan  tersebut, disebut dengan payoffs atau imbalan.

2.        Sistem Informasi
Sistem informasi berguna untuk membantu dalam memprediksi pengembalian yang diterima di masa yang akan datang. Akuntansi berdasarkan biaya historis, laporan keuangannya tidak menunjukkan nilai pengembalian yang akan datang secara langsung. Meskipun laporan keuangan masih akan berguna bagi investor untuk memprediksi good or bad news sebuah laporan keuangan dimasa yang akan datang. Proses keputusan yang dikembangkan oleh investor dalam hal ini adalah menggunakan informasi laporan keuangan secara current (net income) untuk memperkirakan kemampuan earning di masa yang akan datang.

3.        Menemukan Informasi
       Informasi adalah suatu tanda atau bukti yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi suatu keputusan yang diambil oleh seseorang. Syarat penting suatu tanda atau bukti disebut sebagai informasi adalah setidaknya ada beberapa bukti yang diterima dan dipercayai yang cukup berpengaruh terhadpa pengambilan keputusan yang optimal.

            The Rational Risk_Averse Investor
Dalam teori keputusan konsep dari rasional seseorang adalah dalam pembuatan keputusan,situasi yang dipilih adalah situasi yang memberikan keuntungan yang diharapkan paling besar. Hal ini  berimplikasi terhadap seseorang untuk mencari sebuah informasi yang relevan dan memberikan nilai tambah (Added Value) dalam pembuatan dan pengambilan keputusan.

Prinsip Diversifikasi Portfolio
       Investor yang menantang resiko dapat memberikan keuntungan terhadap prinsip diversifikasi portofolio yaitu, dapat mengurangi resiko mereka dengan cara melakukan investasi saham portofolio. Konsekuensi bagi risk averse investor adalah imbalan yang diharapkan yang diterima dari investasi rasionalnya investor menginginkan tingkat resiko yang rendah, atau untuk resiko yang diberikan investor menginginkan tingkat pengembalian yang paling tinggi

Keputusan Investasi Yang Optimal
       Jika biaya transaski diabaikan, keputusan investasi yang optimal bagi investor yang menghindari resiko adalah membeli kombinasi portofolio pasar dan asset bebas resiko yang menghasilkan hubungan yang terbaik antara return yang diharapkan dengan resiko. Beberapa investor kemungkinan memilih mengurangi investasi mereka di pasar portofolio dan membeli aset yang bebas resiko secara kontinyu. Beberapa lagi kemungkinan lebih memilih tingkat resiko yang tinggi dengan menambah investasi. Kedua cara diversifikasi portofolio tersebutdapat memberikan keuntungan bagi investor disaat yang sama ketika mereka mendapatkanhubungan yang optimal antara resiko dan return.

Resiko Portofolio
       Jika biaya transaksi tidak diabaikan, keputusan investasi optimal bagi investor yang menghindari resiko adalah membeli sekuritas yang relatif lebih sedikit daripada memilih portofolio pasar. Dengan cara ini, keuntungan dari diversifikasi lebih banyak didapatkandengan biaya yang sesuai. Informasi mengenai return yang diharapkan dari sekuritas dan beta berguna untuk investor yang memilih metode ini. Hal ini menunjukkan bahwa, memberikan kemampuan bagi mereka untuk mengestimasi return yang diharapkan dan resiko dari variasi portofolio yang mereka pilih. Mereka kemudian dapat memilih portofolio yang memberi mereka  hubungan yang terbaik antara resiko dan return yang lebih mereka sukai jika dihubungkan dengan tingkat biaya transaksi yang sanggup mereka bayar.

Reaksi Badan Akuntansi Profeional Terhadap Pendakatan Manfaat Keputusan
       SFAC FASB  pertama memperlihatkan pentingnya mengetahui teori akuntansi keuangan dan pelaporannya. Lebih jauh lagi, teori ini berorientasi kepada SFAC pertama tentang teori mengenai pembuatan keputusan bagi investor.
SFAC 2 sangat mengoperasionalisasi pendekatan kegunaan keputusan dengan mengembangkan karakteristik yang harus dimiliki informasi akuntansi. Pada dasarnya, informasi akuntansi harus menyediakan laporan keuangan saat ini dengan orientasi masa depan. Dua karakteristik terpenting adalah relevansi dan reliabilitas. Informasi yang relevan adalah informasi yang memiliki kapasitas mempengaruhi kepercayaan investor mengenai return masa depan dan hal tersebut harus diselesaikan dengan tepat waktu. Informasi yang reliabel meeperlihatkan dengan sebenarnya maksud pengukuran, hal tersebut harus tepat dan bebas dari hal biasanya.

Model Dan Instrumen Yang Telah Terbukti Dalam Pengukuran Gaya Kognitif Untuk Menentukan Level Kognitif
Salah satu model yang paling populer adalah gaya kognitif dirancang oleh Kirton. Modelnya, yang disebut Adaption-Innovation theory, menyatakan bahwa sebuah pendekatan pilihan individu pada pemecahan masalah, dapat ditempatkan pada sebuah kontinum mulai dari adaptasi tinggi ke inovasi tinggi. Dia menunjukkan bahwa beberapa manusia, yang disebut adaptor cenderung lebih menyukai pendekatan adaptif untuk memecahkan masalah, sementara yang lain (inovator), tentu saja, lebih suka sebaliknya. Adaptor menggunakan apa yang diberikan untuk memecahkan masalah dengan tekniktime-honored. Atau, inovator melihat melampaui apa yang diberikan untuk memecahkan masalah dengan bantuan teknologi yang inovatif. Kirton menunjukkan bahwa sementara adaptor lebih suka melakukannya dengan baik dalam suatu paradigma, inovator lebih suka melakukan cara yang berbeda, sehingga berusaha untuk mengatasi paradigma yang ada.
Kirton juga menemukan sebuah alat untuk mengukur gaya kognitif (paling tidak, sesuai dengan model ini) yang dikenal sebagai Kirton Adaption-innovation Inventory (KAI). Ini memerlukan responden untuk menilai diri terhadap tiga puluh dua ciri-ciri kepribadian. Sebuah Kelemahan dari semua upaya lain untuk mengukur gaya kognitif yang dibahas di atas adalah kegagalan mereka untuk memisahkan gaya kognitif dan tingkat kognitif. Seperti item pada KAI dinyatakan dalam bahasa yang jelas dan sederhana tingkat kognitif tidak memainkan peranan penting. Skor kontinum dari A-I terdistribusi normal antara gaya kognitif ekstrem dari inovasi tinggi dan adaptasi tinggi.
Konsep penting lain yang terkait dengan teori AI adalah menjembatani dalam tim. Kirton (2003) mendefinisikan menjembatani sebagai "menjangkau orang-orang dalam tim dan membantu mereka menjadi bagian dari itu agar mereka dapat berkontribusi bahkan jika kontribusi mereka berada di luar arus-utama". Bridging dengan demikian yaitu sebuah tugas dan sebuah peran, yang harus dipelajari. Itu bukan gaya kognitif. Bridging juga tidak memimpin, walaupun pemimpin terlatih dapat menggunakan orang-orang yang mereka kenal sebagai bridgers baik untuk menjaga kohesi kelompok. Kelompok kohesi berarti, untuk menjaga kelompok sadar akan pentingnya para anggotanya bekerja sama dengan baik. Kirton (2003) menunjukkan bahwa lebih mudah bagi seseorang untuk belajar dan mengambil peran bridging jika gaya kognitif mereka adalah satu perantara.
Teori KAI telah ditantang oleh beberapa sarjana. Paine berpendapat bahwa tingkatconflates dan gaya KAI.

Kesimpulan Kegunaan Keputusan
       Mengindikasikan bahwa akuntan membutuhkan pengertian mengenai permasalahan keputusan yang diambil pengguna laporan keuangan. Teori keputusan satu orang dan spesialisasinya terhadap keputusan investasi portofolio menyediakan pengertian mengenai kebutuhan rasional bagi investor yang menghindari resiko. Teori ini mengatakan bahwa investor tersebut membutuhkan informasi untuk membantu mereka menghitung return ekspektasi dan resiko. Resiko kovarians adalah komponen utama dari diversifikasi portofolio yang beresiko, meskipun jika portofolio terdiri hanya dari beberapa sekuritas.

Laporan keuangan yang berbasis biaya historis merupakan sumber efektivitas biaya investasi bagi investor. Laporan tersebut menyediakan sistem informasi yang membantu investormemprediksi profitabilitas atau arus kas perusahaan masa depan, yang pada gilirannya memprediksi return masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar